JELAJAH.CO.ID,Makassar— Bursa pengisian kursi Wakil Bupati Gowa (posisi 02) mulai menemui titik terang. Bupati Gowa yang baru saja dilantik, Darmawangsyah Muin, mengisyaratkan bahwa kemungkinan besar figur terkuat yang akan mendampinginya berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Meski demikian, penentuan posisi tersebut masih memerlukan proses komunikasi lebih lanjut dengan partai-partai pengusung. Pihaknya memastikan bahwa pembicaraan khusus antarkoalisi partai sudah mulai berjalan untuk menyaring figur terbaik yang solid dan sevisi dalam membangun Kabupaten Gowa ke depan.
”Kemungkinan besar, insyaallah [dari PAN],” ujar Bupati Gowa saat disinggung mengenai apakah posisi wakil tersebut merupakan jatah dari partai berlambang matahari putih tersebut, Rabu 28 Oktober 2026.
Prioritas Utama: Penataan Internal dan Keuangan
Selain membahas pengisian kursi wakil bupati, Pemerintah Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya untuk menempatkan penyelesaian sejumlah persoalan internal dan keuangan sebagai prioritas utama tahun ini. Langkah ini diambil menyusul adanya saran dan usulan dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).
Beberapa poin krusial yang masuk dalam matriks penanganan meliputi:
Pelunasan Utang: Kewajiban pembayaran utang tahun 2025–2026 yang ditargetkan rampung tahun ini.
Kesejahteraan Pegawai: Fokus pada penyelesaian persoalan gaji, honor, serta tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) maupun pegawai paruh waktu.
Gaji RT/RW: Penerbitan peraturan bupati (perbup) khusus untuk segera membayarkan hak gaji RT/RW yang dilaporkan belum menerima pembayaran selama kurang lebih 7 bulan.
”Yang paling mendasar setelah saya definitif ini, saya akan segera membuat peraturan bupati untuk menyelesaikan gaji RT/RW yang kurang lebih 7 bulan sudah tidak menerima,” tegasnya.
Proyeksi Anggaran dan Hubungan Legislatif-Eksekutif
Pemerintah Kabupaten Gowa fokus menuntaskan masalah internal dan keuangan yang berdampak langsung kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat umum pada tahun ini.
Sementara itu, pada tahun depan, pemkab berencana mendorong anggaran pokok melalui program-program prioritas yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi-misi kepala daerah. Pemkab Gowa juga berharap mendapatkan dukungan penuh dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar penetapan APBD pokok dapat dilakukan lebih cepat di Sulawesi Selatan.
Terkait posisi calon wakil bupati pendampingnya, Darmawangsyah mengaku masih harus melakukan komunikasi intensif dengan partai pengusung. Ia berharap dapat menemukan figur wakil terbaik dalam waktu dekat seiring dengan berjalannya pembicaraan khusus antarkoalisi partai.