Idrus Marham Terpilih Jadi Ketua Umum IKA PTKIN Indonesia Periode 2026-2030

JELAJAH.CO.ID,Jakarta – Pertemuan Nasional Forum Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) Indonesia yang berlangsung pada 23–25 April 2026 menghasilkan keputusan penting dengan terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Umum IKA PTKIN Indonesia periode 2026–2030. Forum nasional tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perwakilan alumni PTKIN dari seluruh Indonesia.

Idrus Marham merupakan tokoh nasional yang memiliki pengalaman panjang di bidang politik dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia pada 2018 serta menjadi anggota DPR RI selama tiga periode (1999–2014). Saat ini, ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Alumni (Iluni) UIN Alauddin Makassar.

Dalam menjalankan kepemimpinannya ,Idrus Marham didampingi oleh jajaran pengurus yang terdiri dari figur-figur berpengalaman. Dr. Ismail Cawidu dipercaya sebagai Ketua Harian, sementara posisi Sekretaris Umum diemban oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., yang juga menjabat sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI. Adapun posisi Bendahara Umum diisi oleh Drs. H. Cucu Sutara, M.M., Ketua Iluni UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Struktur ini diperkuat oleh akademisi, praktisi, dan tokoh pendidikan dari berbagai daerah.

Baca Juga:  Pekan Depan UIN Alauddin Makassar Gelar Seminar Internasional Soal Peran Prabowo Mewujudkan Perdamaian di GAZA

Sidang nasional dipimpin oleh Ketua Forum Rektor PTKIN yang juga Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir. Proses berlangsung dinamis hingga akhirnya forum menyepakati mekanisme 10 formatur yang mewakili 59 IKA/Iluni PTKIN se-Indonesia untuk menyusun struktur kepengurusan secara komprehensif.

Sementara itu, Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dakhoir, menekankan pentingnya peran alumni dalam mendukung kemajuan institusi. Ia berharap alumni UIN Palangka Raya semakin aktif bergerak dan memberikan dampak bagi masyarakat, serta seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas layanan dan mempererat hubungan dengan alumni.

“Kita ingin menegaskan konsep kampus sebagai ‘rumah bersama’, di mana tidak ada sekat antara institusi dan alumni,” ujarn Dakhoir, Jumat malam 24 April 2026.

Baca Juga:  Respons Ombudsman RI Sulsel Soal 1.323 Siswa SMP yang Tidak Terdaftar di Dapodik

Sebagai perbandingan, ia mencontohkan praktik di sejumlah kampus di Jerman yang memberikan dukungan kuat bagi alumni, bahkan hingga membantu mereka mendapatkan pekerjaan dalam periode tertentu setelah lulus.

Pertemuan nasional ini turut dihadiri oleh Ketua IKA UIN Palangka Raya periode 2026–2030, Rahmanto, S.HI., M.H., yang hadir mewakili kampus.

Komentar Anda
Berita Lainnya