Golkar Sulsel Matangkan Strategi Politik di Rumah Supriansa

JELAJAH.CO.ID,Soppeng – Menjelang agenda besar konsolidasi Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), sejumlah petinggi dan pengurus utama partai berlambang pohon beringin ini menggelar pertemuan strategis. Mereka tampak menikmati santap malam bersama di kediaman tokoh nasional Golkar yang juga mantan Anggota DPR RI, Dr. Supriansa, di Kecamatan Bila Selatan, Watansoppeng, Jumat malam 15 Mei 2026.

​Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Momen ini menjadi wadah krusial untuk bertukar gagasan, menyatukan visi politik, sekaligus mempererat ikatan emosional di jajaran pimpinan dan kader partai. Suasana kediaman Supriansa yang dikenal hangat berubah menjadi ruang diskusi politik yang intens, namun tetap dibalut rasa kekeluargaan yang erat.

​Pantauan di lokasi, hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPD II Partai Golkar Soppeng, HA. Kaswadi Razak, SE. Sementara dari jajaran DPD I Golkar Sulsel, tampak hadir Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Muhidin M. Said, Plt Sekretaris Rahman Pina, serta sejumlah pengurus harian dan ketua bidang tingkat provinsi.

Baca Juga:  Ketua DPC Terpilih Hasil Muscab PPP Sulsel Wajib Teken Pakta Integritas

​Kehadiran para elite politik Sulsel sejak sore hari ini menjadi bukti nyata betapa sentralnya posisi Supriansa dalam peta kekuatan dan arah kebijakan Golkar di Sulsel. Terlebih, momentum ini terjadi di waktu krusial menjelang Musyawarah Daerah (Musda) dan persiapan awal menghadapi agenda politik lima tahunan mendatang.

Bahas Strategi Pemenangan dan Pemetaan Dapil

​Diskusi di meja makan tersebut berlangsung cair namun tetap serius. Pembahasan mengarah pada hal-hal mendasar dan strategis, mulai dari evaluasi kinerja internal organisasi, pemetaan kekuatan di setiap daerah pemilihan (dapil), penguatan basis massa, hingga penyusunan langkah taktis untuk mempertahankan sekaligus memperluas elektabilitas partai di mata masyarakat.

​Sebagai tokoh yang memiliki rekam jejak panjang dan jaringan luas di tingkat daerah maupun nasional, Supriansa memberikan masukan berharga berdasarkan pengalamannya menakhodai berbagai posisi politik. Ia menekankan bahwa soliditas adalah harga mati.

Baca Juga:  Kamis Besok, Syaharuddin Alrif dan Nurkana'ah Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

​”Di rumah ini, tidak ada sekat antara pimpinan dan kader. Kita semua adalah keluarga besar Golkar. Diskusi informal seperti ini justru sering kali lebih jujur, lebih mendalam, dan menghasilkan keputusan yang benar-benar menyentuh kebutuhan akar rumput,” ungkap salah satu petinggi partai yang hadir di lokasi.

Sinyal Rebut Kembali Basis “Ajatappareng”

​Keputusan para pimpinan DPD I untuk berkumpul dan bermalam di Soppeng dinilai memiliki makna simbolis yang kuat. Wilayah Soppeng dan kawasan Ajatappareng secara historis merupakan lumbung suara tradisional bagi Partai Golkar.

​Kehadiran langsung jajaran pimpinan provinsi di wilayah ini mengirimkan sinyal tegas: Golkar bertekad bulat memulihkan dominasi politiknya, merebut kembali kepercayaan masyarakat, serta memperkokoh dukungan terhadap figur-figur kunci yang diharapkan memimpin partai ke depan.

Baca Juga:  Hasbullah: Pemilihan Ketua OSIS Merupakan Miniatur Praktik Demokrasi

​Sepanjang malam, berbagai pandangan, usulan, dan masukan dari para tokoh dicatat secara cermat. Poin-poin strategis ini disepakati untuk menjadi bahan utama yang akan dirumuskan secara resmi dalam agenda Konsolidasi Besar DPD Golkar Sulsel yang digelar di Gedung La Patau, Soppeng, Sabtu 16 Mei 2026.

​Keterlibatan aktif Supriansa dalam pertemuan ini kembali menempatkannya sebagai sorotan utama. Sosoknya dinilai memiliki kapasitas unik sebagai “figur perekat” yang mampu menjembatani berbagai faksi dan menyatukan beragam kepentingan demi kejayaan kembali Partai Golkar di Sulawesi Selatan.

Komentar Anda
Berita Lainnya