JELAJAH.CO.ID,Makassar – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di tingkat provinsi, khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel), kini cenderung mengarah pada mekanisme musyawarah mufakat atau memunculkan calon tunggal. Langkah pengondisian ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai strategi matang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mengantisipasi terjadinya keretakan internal pasca-Musda.
Belajar dari pengalaman masa lalu, kontestasi politik internal yang diwarnai gesekan tajam sering kali berujung pada pecahnya soliditas kader. Tidak jarang, figur-figur potensial justru memilih hengkang dan bergabung dengan partai politik baru setelah merasa kecewa dengan hasil musyawarah yang sarat konflik.
Ketua Harian Golkar Sulsel, Kadir Halid, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga keutuhan partai. Menurutnya, keharmonisan di tubuh Beringin harus menjadi prioritas utama.
”Instruksi DPP itu jelas agar seluruh elemen Golkar menyatu. Kita ingin menghindari gesekan seperti Musda-Musda terdahulu yang memicu perpecahan hingga membuat pengurus pindah partai. Dengan model diskresi dan calon tunggal ini, dipastikan tidak ada kader yang sakit hati,” ungkap Kadir Halid, Kamis 8 Juli 2026.
Kembalinya Figur Potensial ke “Rumah Asal”
Salah satu figur yang menjadi sorotan dalam peta rekonsiliasi kali ini adalah Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Sosok mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut dinilai memiliki rekam jejak yang luar biasa bagi kebesaran partai di Sulawesi Selatan.
Meski sempat hijrah ke parpol lain akibat dinamika politik dan gesekan masa lalu, kembalinya IAS ke pangkuan Golkar dinilai sebagai momentum kembalinya kekuatan lama. Model penunjukan atau aklamasi melalui diskresi ini diyakini mampu menjadi garansi untuk meredam konflik regional.
Tantangan berikutnya kini berada pada bagaimana formatur terpilih mampu merangkul seluruh faksi dan mengakomodasi semua potensi kader ke dalam struktur kepengurusan yang baru.
Target Rebut Kembali Kejayaan di Sulsel
Dengan soliditas yang terjaga tanpa riak pasca-Musda, Partai Golkar Sulawesi Selatan langsung membidik target besar di bawah kepemimpinan baru. Konsolidasi total akan dipusatkan di DPD I untuk menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat akar rumput (grassroots).
Berikut adalah tiga fokus utama Golkar Sulsel ke depan:
Merebut Kembali Kejayaan: Mengembalikan posisi Golkar sebagai kekuatan politik utama dan dominan di Sulawesi Selatan.
Strategi Taktis: Menguasai seluruh konstelasi politik lokal serta memenangkan berbagai momentum kontestasi pemilu ke depan.
Fokus Internal: Penataan struktur kepengurusan yang inklusif tanpa menyisakan ruang bagi riak atau konflik internal.
Langkah taktis ini menjadi sinyal kuat bagi para kompetitor politik bahwa Golkar Sulsel siap tampil lebih solid, meninggalkan pola konflik lama, dan fokus sepenuhnya pada pemenangan pemilu.