JELAJAH.CO.ID,Gowa -,Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Andi Tenri Indah menyerap sejumlah aspirasi warga saat menggelar kegiatan reses di Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Jumat 24 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, persoalan sektor pendidikan menjadi sorotan utama warga, khususnya terkait dampak penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA.

Salah seorang warga, Daeng Sinja, mengeluhkan nasib anaknya yang bertempat tinggal di dekat SMA 22, tetapi justru diterima di SMA 20 yang lokasinya jauh dari rumah. Kondisi ini memaksa keluarga mengeluarkan ongkos transportasi hingga Rp26.000 per hari. Lantaran tidak sanggup menanggung beban biaya harian tersebut, sang anak akhirnya memilih untuk berhenti sekolah.
Selain persoalan zonasi, Riswan Majid menyoroti ketimpangan daya tampung sekolah di wilayah tersebut. Menurutnya, jumlah lulusan SMP terus meningkat tetapi tidak sebanding dengan kapasitas SMA yang ada, di mana rasio tiga SMP hanya ditopang oleh satu SMA. Pada kesempatan yang sama, ia juga mengusulkan adanya bantuan permodalan dan pelatihan keterampilan bagi pelaku UMKM demi meningkatkan daya saing ekonomi warga.
Sementara itu dari sektor pertanian, H. Ahmad Daeng Kio menyuarakan kebutuhan mendesak para petani. Ia berharap adanya perbaikan saluran irigasi persawahan, bantuan traktor roda empat, serta penyediaan bibit padi untuk mendukung produktivitas lahan pertanian warga.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, menegaskan komitmennya untuk mengawal isu pendidikan yang menjadi kewenangan komisi yang dipimpinnya.
”Pendidikan adalah hak setiap anak, dan tidak boleh ada anak yang putus sekolah hanya karena persoalan jarak dan biaya transportasi akibat penempatan zonasi yang tidak sesuai domisili. Kami juga mencermati ketimpangan daya tampung, di mana jumlah lulusan SMP jauh melampaui kapasitas SMA yang tersedia. Kedua persoalan ini akan kami tindak lanjuti bersama Dinas Pendidikan Provinsi,” tegas Andi Tenri Indah.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi di sektor pertanian maupun usulan permodalan dan pelatihan UMKM akan segera dikoordinasikan dengan komisi teknis serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar warga mendapatkan intervensi program yang tepat.