Andi Patarai Amir Pimpin DPD II Golkar Maros Periode 2026–2031

JELAJAH.CO.ID,Maros – Andi Patarai Amir resmi menakhodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Maros periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Grand Waterboom, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Senin 2 November 2026.

​Andi Patarai maju sebagai calon tunggal setelah menyapu bersih dukungan dari 14 Pimpinan Kecamatan (PK) serta seluruh organisasi sayap Partai Golkar Maros.

​Gelaran Musda XI ini turut dihadiri jajaran elit pimpinan partai dan daerah, di antaranya Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin, Sekretaris DPD I Rahman Pina, Bendahara Amirullah Nur, serta Bupati Maros Chaidir Syam dan Wakil Bupati Muetazim Mansyur.

Baca Juga:  Surya Paloh Bangga NasDem Sulsel Punya Kantor Megah

​Komposisi Kepengurusan: Merangkul Milenial dan Gen Z

​Salah satu terobosan menonjol dari kepemimpinan baru ini adalah komitmen kuat terhadap keberlanjutan regenerasi partai. Andi Patarai menargetkan 70 persen posisi kepengurusan Golkar Maros periode 2026–2031 diisi oleh kalangan milenial dan Generasi Z. Sementara 30 persen sisanya tetap dialokasikan bagi kader senior dan pengurus terdahulu.

​Langkah ini dirancang untuk menyuntikkan energi baru ke dalam mesin politik partai, sekaligus tetap menjaga kesinambungan pengalaman dari para kader senior.

​“Yang utama, kita tuntaskan penyusunan struktur kepengurusan terlebih dahulu. Setelah itu, konsolidasi organisasi akan kita massifkan hingga ke tingkat desa,” ujar Andi Patarai usai penetapan dirinya.

​Target Konsolidasi dan Pemilu 2029

Baca Juga:  Persiapan Pelantikan DPD I Golkar Sulsel Dimatangkan, Patarai Amir Ditunjuk Jadi Ketua Panitia

​Seluruh agenda penguatan struktur dari tingkat kecamatan hingga desa ditargetkan tuntas sepenuhnya pada April hingga Mei 2027. Konsolidasi menyeluruh ini dirancang untuk memastikan kesiapan infrastruktur partai dalam menyongsong agenda politik mendatang.

​Tantangan terbesar Andi Patarai bukan sekadar menjaga soliditas internal pasca-Musda, melainkan menerjemahkan kekuatan dukungan tersebut menjadi peningkatan perolehan kursi legislatif dan kepercayaan masyarakat Maros pada Pemilu 2029 mendatang.

Komentar Anda
Berita Lainnya