Tamsil Linrung dan KAHMI Sulap Pangkep Jadi Pusat Baksos Massal, Targetkan Bangun ‘Markas Peradaban’

JELAJAH.CO.ID,Pangkep – Momen silaturahmi Idul Adha di Kabupaten Pangkep tahun ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat. Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar aksi bakti sosial (baksos) kesehatan berskala besar yang berhasil menjaring antusiasme hingga ribuan warga setempat.

Kegiatan kemanusiaan ini ditinjau langsung oleh tokoh nasional sekaligus Anggota DPD RI, Tamsil Linrung. Tidak main-main, baksos ini mengintegrasikan kekuatan lintas sektor dengan melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), pegiat lingkungan hidup, serta Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Pangkep.

Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat terbilang sangat komprehensif. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan dan tindakan gigi, fisioterapi, sunatan massal, hingga skrining dan rekomendasi tindakan lanjutan bagi warga penderita bibir sumbing.

Tamsil Linrung mengaku takjub dengan skala pergerakan tim medis yang turun ke lapangan. Ia mencatat mobilitas dokter dari Makassar yang mengalir tiada henti sejak malam sebelum acara dimulai.

“Luar biasa, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KAHMI dan seluruh elemen yang terlibat. Tadi malam saja sudah ada 50 dokter yang tiba, dan hingga pagi ini bertambah menjadi 80 dokter. Total ada sekitar 500-an orang dari Makassar yang datang ke sini untuk berpartisipasi,” ungkap Tamsil di lokasi kegiatan, Jumat 29 Mei 2026.

Baca Juga:  Dukung Penuh Program Prabowo Subianto, Tamsil Linrung Buka Posko Pengaduan

Melihat arus warga yang terus membeludak, Tamsil memperkirakan total penerima manfaat bisa menembus angka ribuan orang. “Warga masih terus berdatangan. Yang ikut sunatan massal saja tadi sangat banyak, datanya sedang direkap,” imbuhnya.

Inisiasi “Markas Peradaban” dan Solusi Gizi Buruk

Di sela-sela memantau jalannya baksos, Tamsil membeberkan rencana besar jangka panjang untuk kawasan tersebut. Lokasi yang menjadi pusat kegiatan hari ini diproyeksikan untuk bertransformasi menjadi “Markas Peradaban”—sebuah pusat ekosistem yang fokus pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret yang akan diambil dalam waktu dekat adalah mengadopsi program strategis pemerintah pusat. Tempat ini disiapkan menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mengintervensi masalah stunting dan gizi buruk di wilayah sekitar.

Baca Juga:  Resmi Dilantik Sebagai Waketum APKASI, Bupati Syaharuddin Alrif Jabat Bidang Pangan

“Kita akan jadikan tempat ini sebagai markas peradaban sekaligus ekosistem pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat. Program-program pemerintah akan kita akomodir di sini, termasuk MBG sebagai pilot project untuk menjawab persoalan gizi buruk,” urai senator asal Sulawesi Selatan tersebut.

Rumah Subsidi Bagi Guru dan Kampung Nelayan Merah Putih

Blueprint pengembangan kawasan ini tidak berhenti pada urusan kesehatan dan gizi. Tamsil mengungkapkan bahwa ekosistem ini juga akan menyentuh sektor papan dan ekonomi kerakyatan melalui pendirian Koperasi Desa Merah Putih dan gagasan Kampung Nelayan Merah Putih.

Program ini dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan hunian layak bagi kelompok pekerja yang selama ini kerap kesulitan mengakses rumah subsidi, seperti nelayan tradisional, petani lokal, hingga tenaga pendidik.

“Banyak guru-guru yang belum punya rumah, termasuk para ustaz yang mengajar di pesantren-pesantren sekitar sini. Itu yang mau kita sasar. Kita juga mendorong pengadaan rumah knockdown Prabowo karena model hunian cepat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Standarisasi Imam Masjid Lewat Stimulus Hunian

Baca Juga:  Munafri: PSBM Ruang Kolaborasi Saudagar Investasi dan Perputaran Ekonomi

Aspek spiritual dan penguatan karakter generasi muda turut menjadi pilar dalam Markas Peradaban ini. Tamsil meluncurkan program bantuan pembangunan rumah dinas bagi imam masjid yang berada di sekitar lingkungan tempat ibadah.

Namun, ada syarat ketat yang diberlakukan: bantuan ini hanya diperuntukkan bagi imam yang memiliki kualifikasi tinggi (qualified).

“Kita ingin setiap masjid dibantu rumah imam. Tapi syaratnya, imam tersebut harus betul-betul terlatih, memiliki kualitas bacaan Al-Qur’an yang bagus, serta mampu memberikan bimbingan mengaji yang baik kepada anak-anak di lingkungannya,” tegas Tamsil.

Sebagai percontohan awal, satu unit rumah imam standar telah berdiri di lokasi tersebut. Untuk penyaluran bantuan berikutnya, pihak pengelola ekosistem akan menggunakan sistem undian. Kendati demikian, hanya masjid dengan imam yang lolos kualifikasi yang berhak masuk dalam daftar undian.

Bagi masjid yang imamnya belum memenuhi standar baku tersebut, Tamsil menegaskan bahwa mereka tidak akan ditinggalkan, melainkan bakal difasilitasi terlebih dahulu untuk mengikuti program pelatihan (training) intensif keagamaan.

Komentar Anda
Berita Lainnya