JELAJAH.CO.ID,Makassar – Muhammad Basri menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik dan masyarakat Kabupaten Gowa menyusul kegaduhan terkait proses hukum yang tengah membelit dirinya di Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan.
Dalam naskah pernyataan resminya yang dirilis pada Ahad 2 Agustus 2026, Basri menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat, para tokoh agama, tokoh adat, hingga keluarga besar Bupati Gowa atas rasa ketidaknyamanan dan kekecewaan yang timbul di tengah publik.
”Dari relung hati yang paling dalam, saya menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Saya menyadari sepenuhnya bahwa belakangan ini nama saya telah menimbulkan kegaduhan. Tak ada gading yang tak retak, atas kekhilafan maupun prasangka yang lahir dari diri saya, saya memohon ampunan kepada Allah SWT dan membukakan pintu maaf dari masyarakat,” ujar Basri.
Siap Hadiri Panggilan Penyidik Tipidkor
Menanggapi proses hukum yang sedang berjalan di jajaran Polda Sulawesi Selatan, Basri menegaskan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan patuh pada aturan hukum yang berlaku di Indonesia.
Ia membeberkan tiga poin utama terkait sikapnya menghadapi proses hukum tersebut:
Hadir Memenuhi Panggilan: Basri menyatakan siap hadir memenuhi panggilan penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulsel dalam kurun waktu dua hingga tiga hari ke depan tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
Bersikap Transparan: Ia berjanji tidak akan lari atau menghindar dari proses hukum. Basri memastikan akan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya dan sejujur-jujurnya secara terbuka dan akuntabel.
Mencari Keadilan Resmi: Basri menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus ini melalui jalur hukum resmi sebagai sarana menguji fakta secara adil dan berimbang.
Harapkan Kondusivitas Daerah
Di akhir pernyataannya, Basri meminta doa serta keikhlasan masyarakat Kabupaten Gowa agar seluruh rangkaian proses hukum yang dihadapinya dapat berjalan dengan lancar, jujur, dan adil.
Ia juga berharap penanganan kasus ini tidak mengganggu keamanan serta ketertiban di wilayah Gowa, sehingga daerah tersebut tetap kondusif, damai, dan penuh keberkahan.