JELAJAH.CO.ID,Makassar — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Sulawesi Selatan bergerak cepat melakukan perombakan (rolling) susunan penugasan anggotanya di alat kelengkapan dewan (AKD). Langkah penyegaran internal ini menjadikan PDIP sebagai fraksi pertama di DPRD Sulsel yang mendistribusikan ulang anggotanya di komisi-komisi.
Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PDIP, Esra Lamban, menegaskan bahwa rotasi posisi ini merupakan hal yang biasa dalam dinamika partai dan regulasi parlemen. Menurutnya, seluruh kader PDIP siap menjalankan amanat di mana pun ditempatkan.
”Prinsipnya, mau dibawa ke mana saja, siap saja. Karena kalau PDI Perjuangan tidak ada masalah, mau di-rolling tiga kali satu tahun juga tidak ada masalah,” ujar Esra Lamban, Senin 24 Agustus 2026.
Esra menambahkan, pergeseran komisi ini dilakukan secara fleksibel tanpa harus menunggu masa tugas 2,5 tahun seperti yang lazim dilakukan sebelumnya.
”Mengenai basic penugasan, saya sih di mana saja, kan masih bisa belajar-belajar sedikit walaupun sudah lansia. Soal tujuan perpindahan komisi, tidak ada, biasa-biasa saja. Kami ini kader-kader yang siap diutus di mana saja,” lanjutnya.
Berdasarkan pergeseran terbaru tersebut, susunan penugasan anggota Fraksi PDIP DPRD Sulsel adalah sebagai berikut:
Esra Lamban: Berpindah tugas dari Komisi D ke Komisi A.
Rahmat Muhayyang: Berpindah tugas dari Komisi B ke Komisi C.
Muh. Anzar Zaenal Bate: Berpindah tugas dari Komisi C ke Komisi B.
Andi Putra Lantara: Berpindah tugas dari Komisi A ke Komisi D.
Alimuddin: Tetap menjalankan penugasan di Komisi B.
Dr. Fadli Ananda: Tetap menjalankan penugasan di Komisi E.
Perubahan komposisi ini diharapkan dapat semakin mengoptimalkan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi para wakil rakyat dari PDIP dalam mengawal aspirasi masyarakat di Sulawesi Selatan.