JELAJAH.CO.ID,Makassar — Sufriadi Arif resmi dikukuhkan sebagai Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat 30 Oktober 2026. Pengukuhan yang digelar di Hotel Grand Imawan Makassar ini menandai lembaran baru bagi upaya membangkitkan kembali kejayaan olahraga sepak takraw di Sulawesi Selatan.
Sufriadi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), membawa misi besar untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta mengembalikan Sulsel sebagai salah satu kiblat kekuatan sepak takraw nasional.
Dalam sambutannya, Sufriadi menegaskan bahwa jabatan ini merupakan amanah besar yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar seremonial organisasi semata.
”Ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar. Kita tidak boleh hanya bangga dengan sejarah kejayaan sepak takraw Sulsel, tetapi harus mampu melanjutkan dan meningkatkan prestasi tersebut,” tegas Sufriadi.
Ia menilai, Sulawesi Selatan memiliki potensi besar karena bibit-bibit atlet yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Untuk itu, kepengurusannya ke depan akan berfokus pada penguatan koordinasi tingkat daerah, penjaringan atlet potensial, peningkatan kualitas pelatih, hingga memperbanyak kejuaraan lokal sebagai wadah kompetisi.
”Pengurus provinsi harus mampu membangun komunikasi yang kuat dengan PSTI kabupaten/kota. Dari situlah kita bisa menemukan bibit unggul dan melakukan pembinaan berjenjang,” tambahnya.
Sebagai seorang legislator, Sufriadi juga memandang olahraga sebagai instrumen penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen—mulai dari pemerintah daerah, KONI, dunia pendidikan, hingga masyarakat—untuk berkolaborasi memajukan sepak takraw.
”Olahraga adalah investasi masa depan. Sepak takraw harus menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu membuka jalan bagi lahirnya generasi unggul,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Sufriadi mengajak seluruh insan sepak takraw di Sulsel untuk merapatkan barisan dan meninggalkan segala perbedaan. Menurutnya, kemajuan PSTI hanya bisa dicapai melalui semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh elemen organisasi.
”Mari kita jadikan PSTI sebagai rumah besar bagi seluruh insan sepak takraw Sulawesi Selatan. Tidak ada kepentingan lain selain memajukan organisasi dan melahirkan prestasi,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru ini, masyarakat olahraga Sulsel menaruh asa besar agar sepak takraw daerah kembali bertaring dan mampu mengharumkan nama Sulawesi Selatan di kancah nasional maupun internasional.