JELAJAH.CO.ID,Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tancap gas melakukan konsolidasi organisasi. Menjelang verifikasi faktual Pemilu 2029, PSI Sulsel menargetkan pembentukan pengurus tingkat kelurahan atau Dewan Pimpinan Ranting Tingkat (DPRT) selesai pada Juni 2026.
Target ini tergolong ambisius, mengingat tenggat waktu yang diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI secara nasional sebenarnya jatuh pada November 2026. Namun, Sulawesi Selatan berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut lima bulan lebih awal.
Fokus pada Kekuatan Akar Rumput
Sekretaris DPW PSI Sulsel, Indira Mulyasari, menegaskan bahwa fokus utama partai saat ini adalah memperkuat struktur hingga ke tingkat terbawah. Berbeda dengan periode sebelumnya, kini setiap desa atau kelurahan diwajibkan memiliki minimal 10 orang pengurus.
”Setiap kelurahan atau desa ditargetkan memiliki struktur DPRT sebanyak 10 orang. Ini sesuai dengan arahan organisasi pusat untuk memperkuat fondasi partai,” ujar Indira saat ditemui di Makassar, Kamis 23 April 2026.
Indira mengakui adanya peningkatan beban rekrutmen karena jumlah personel pengurus meningkat dari yang semula hanya 3 orang menjadi 10 orang. Dengan estimasi 3.000 hingga 5.000 wilayah kelurahan/desa di Sulsel, total personel yang harus dihimpun mencapai angka yang sangat signifikan.
Progres Capaian Daerah
Hingga saat ini, progres pembentukan pengurus di tingkat kecamatan (DPC) di Sulawesi Selatan telah mencapai 90 persen. Namun, untuk tingkat DPRT, belum ada kabupaten atau kota yang melaporkan hasil 100 persen.
Beberapa daerah tercatat menunjukkan progres paling cepat, di antaranya:
Kabupaten Gowa (±70%)
Kabupaten Takalar (±70%)
Kabupaten Pinrang (±70%)
Strategi “Lumbung Suara”
Dalam upaya mencapai target tersebut, DPW PSI Sulsel menyerahkan tanggung jawab perekrutan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat kabupaten/kota. Strategi yang diterapkan adalah menjaga basis massa yang sudah ada sembari menggandeng tokoh-tokoh lokal berpengaruh.
“Tugas ketua DPD adalah menjaga basis yang sudah ada, sekaligus membuka dan mengembangkan basis baru di wilayah lain,” tegas Indira.
Meski tantangan rekrutmen di tingkat desa cukup besar, pihak DPW optimistis bahwa mesin partai akan siap sebelum verifikasi faktual dimulai. Optimisme ini didorong oleh mulai bergabungnya sejumlah tokoh yang memiliki pengaruh elektoral kuat di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.