JELAJAH.CO.ID, Makassar – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono, menegaskan bahwa mesin partai terus bergerak kencang menyongsong Pemilu 2029. PPP membidik target besar untuk merebut kembali kejayaan yang pernah diraih pada Pemilu 2014 silam di tingkat pusat, sekaligus mengamankan kursi pimpinan di daerah.
”Cita-cita kita memang tinggi. Saya jawab ‘mungkin’ (tercapai), karena di akar rumput suara PPP di tingkat pusat dan daerah itu masih utuh. Target kita adalah meraih kembali perolehan suara seperti tahun 2014 yang lalu, di mana kita berhasil mendapatkan 39 kursi di DPR RI,” ujar Mardiono seusai menghadiri pelantikan pengurus DPW PPP Sulsel di Hotel Claro, Sabtu 20 Juni 2026.
Untuk wilayah Sulawesi Selatan, Mardiono menginstruksikan penyelarasan target kemenangan di jalur legislatif dan eksekutif. Melalui agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh anggota fraksi PPP se-Sulsel, partai berlambang Ka’bah ini optimistis dapat menduduki kursi pimpinan DPRD di bumi Celebes tersebut.
Kawal Program Ekonomi Presiden Prabowo
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, Mardiono meminta seluruh kader PPP untuk berdiri bersama rakyat dan aktif mensosialisasikan program kerja pemerintah, terutama kebijakan ekonomi yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia tidak lagi dikuasai oleh segelintir pihak, melainkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.
”Rakyat kita harus ikut menikmati dan menjadi bagian dari pelaku pembangunan nasional. Rakyat tidak boleh hanya dijadikan sebagai konsumen, rakyat kita harus bangkit menjadi produsen,” tegasnya. Ia juga mengingatkan agar para kader tetap fokus bekerja dan tidak terprovokasi oleh isu-isu negatif.
Tepis Isu Perpecahan dan Gugatan Muktamar
Menanggapi pertanyaan awak media mengenai adanya gugatan hukum terkait hasil Muktamar serta isu keretakan internal, Mardiono menepis kekhawatiran tersebut. Ia mengibaratkan dinamika hukum dan perbedaan pendapat di dalam PPP tak ubahnya seperti riak kecil dalam sebuah keluarga.
”Kalau digugat, kan yang menggugat bukan orang lain. Itu namanya sengketa internal. Dalam keluarga saja kalau anaknya lima, bersengketa tiap minggu sudah biasa,” seloroh Mardiono hangat.
Ia menjamin bahwa dinamika tersebut sama sekali tidak mengganggu kinerja operasional maupun agenda konsolidasi partai di lapangan.
”Nggak, insyaallah tidak mengganggu. Pekerjaan partai jalan terus. Semua konsolidasi nasional sudah selesai, tingkat provinsi sudah, kabupaten/kota sudah, dan sekarang kita sudah turun lagi ke tingkat kecamatan. Di internal tidak ada faksi-faksi, semua berjalan normal,” pungkasnya.