Unhas Jadikan SPPG Laboratorium Program Makan Bergizi Gratis, Siap Jadi Rujukan Nasional

JELAJAH.CO.ID,Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar bakal menjadikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unhas sebagai laboratorium pembelajaran untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof. Syahdar Baba menyebut Universitas tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga mengembangkan pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat.

Prof. Syahdar Baba mengatakan Unhas merancang laboratorium tersebut sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus berbagai pihak yang terlibat dalam program MBG.

“Namanya laboratorium berarti dia adalah tempat pendidikan, salah satu sarana pembelajaran. Sarana pembelajaran itu tidak hanya untuk stakeholder utama kami yaitu mahasiswa, tetapi juga nanti kami berharap ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” kata Syahdar dalam Diskusi Publik SPPG Unhas bertajuk Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa, yang diselenggarakan di Graha Pena, Kamis 4 Juni 2026.

Lebih lanjut, ia menyebut Unhas membangun model SPPG berdasarkan fakta dan data empiris sehingga dapat menjadi rujukan bagi SPPG di berbagai daerah.

Baca Juga:  Beda Kelas, Prof Budu Daftar Bacalon Rektor Unhas Tanpa Dekan, Prof JJ Didampingi 17 Dekan

“Kami berharap ini akan menjadi pusat diseminasi nanti untuk SPPG-SPPG lain,” ujarnya.

Unhas Dorong MBG Jadi Sarana Pembentukan Karakter

Selain memenuhi kebutuhan gizi siswa, Unhas juga ingin memanfaatkan program MBG untuk membangun karakter dan budaya positif di sekolah.

Menurut Syahdar, blueprint MBG saat ini belum banyak menyoroti aspek pembentukan karakter. Karena itu, Unhas berupaya mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan ke dalam pelaksanaan program tersebut.

“Tidak hanya sekadar mendatangkan omprengan, tetapi sampai kepada titik bagaimana membangun ekosistem MBG ini menjadikan sebagai pusat epicentrum pembelajaran bagi siswa kita,” jelasnya.

Di sisi lain, Syahdar menegaskan Unhas tidak mengambil peran sebagai pengawas. Sebaliknya, kampus fokus mengembangkan model pendidikan dan pembelajaran yang dapat menjadi contoh bagi penyelenggara SPPG lainnya.

Baca Juga:  UMI Gelar Halalbihal Dirangkaikan Premiere Film “TEKAD”

“Pak Rektor sudah menugaskan dekan-dekan untuk membuat program-program mendukung ini supaya betul-betul SPPG ini tampil berbeda dengan yang lain dan menjadi model yang ideal,” katanya.

Unhas Siapkan Peternak Lokal Jadi Mitra Pemasok

Sementara itu, Fakultas Peternakan Unhas mulai menyusun skema kemitraan dengan peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan SPPG, khususnya telur.

Syahdar mengungkapkan SPPG telah menyerahkan data kebutuhan telur mingguan kepada Fakultas Peternakan. Berdasarkan data tersebut, fakultas langsung merancang pola kemitraan dengan peternak di sekitar kampus.

“Salah satunya adalah peternak. Kami di Fakultas Peternakan sudah diberikan data oleh SPPG bahwa jumlah kebutuhannya per minggu itu sekian,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Unhas juga akan membina peternak agar mampu menghasilkan telur berkualitas tinggi melalui penerapan hasil-hasil riset kampus.

Baca Juga:  Modus Penipuan Pengiriman Barang Terjadi di Makassar, Belasan Orang Jadi Korban

“Kami akan mengedukasi peternak menciptakan produk telur, seperti telur omega 3 dan telur yang lebih bagus. Itu yang akan kami berikan ke peternak mitra kami yang akan menjadi supplier ke situ,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, Unhas menargetkan SPPG dapat menyajikan telur dengan kualitas lebih baik dibanding telur yang umum beredar di pasaran.

Meski demikian, Syahdar menegaskan peternak mitra tetap menjalankan seluruh proses produksi. Sementara itu, Unhas fokus menyediakan pendampingan, teknologi, dan hasil riset untuk meningkatkan kualitas produk.

“Produksi itu bukan Unhas yang memproduksi sebenarnya, tapi mitra-mitra peternak yang akan memproduksi atas binaan kami,” tegasnya.

Melalui program ini, Unhas berharap dapat meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus memperkuat ekonomi peternak lokal melalui pemanfaatan riset yang aplikatif dan berkelanjutan.

Komentar Anda
Berita Lainnya